Kecelakaan Menurun tetapi Korban Jiwa Malah Meningkat di Kaltim

Balikpapan, IDN Times - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam pada 14-20 Oktober 2024.
Meski demikian, jumlah korban meninggal dunia justru meningkat dibandingkan dengan Operasi Zebra tahun sebelumnya.
1.Tiga orang kehilangan nyawa di jalanan Balikpapan

Dalam dua pekan pelaksanaan operasi tersebut, sebanyak 7 orang kehilangan nyawa akibat kecelakaan di jalan. Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Kaltim, Komisaris Polisi M. Probandono Bobby, menyebutkan bahwa tahun ini terjadi 19 insiden kecelakaan lalu lintas-turun satu kasus dibandingkan dengan tahun lalu.
“Kejadian laka lantas paling banyak terjadi di Kota Samarinda dengan 7 insiden, sementara di Balikpapan tercatat 4 insiden,” ungkapnya.
Kompol Bobby juga mengungkapkan bahwa total korban jiwa mencapai 7 orang, di mana 3 di antaranya berada di Balikpapan. Sementara itu, Ditlantas Polda Kaltim mencatat penurunan angka kerugian material akibat kecelakaan selama Operasi Zebra Mahakam. Tahun ini, total kerugian material diperkirakan mencapai Rp65 juta-lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari Rp116 juta.
2. Insiden kecelakaan didominasi roda dua

Data Ditlantas Polda Kaltim menunjukkan bahwa dari 31 kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan, 20 di antaranya adalah sepeda motor. Mayoritas pengendara yang terlibat kecelakaan berusia produktif, antara 20-40 tahun, yang kebanyakan adalah pelajar dan karyawan.
Ditlantas Polda Kaltim juga mencatat adanya peningkatan jumlah korban laka lantas di kalangan pejalan kaki. Sepanjang Operasi Zebra Mahakam, tercatat ada 7 pejalan kaki yang menjadi korban. “Salah satu penyebabnya adalah pengemudi yang kurang mengutamakan pejalan kaki,” jelas Kompol Bobby.
3. Jumlah tilang meningkat

Selain penegakan disiplin berlalu lintas, Ditlantas Polda Kaltim juga melakukan penindakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas. Total 2.728 kendaraan ditilang selama operasi ini, meningkat sebesar 124 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Wilayah Balikpapan menjadi area dengan jumlah pelanggaran terbanyak, mencapai 789 tilang, disusul oleh Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dengan 493 tilang.





















