Pontianak dalam Terang: Ramadan Datang, Imlek Disambut

Pontianak, IDN Times - Menyambut bulan suci Ramadan di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), ribuan warga ikut pawai obor di sepanjang Jalan Ahmad Yani dan Jalan Karet menyala beriringan, pada Senin (16/2/2026) malam.
Tak hanya cahaya terang dari lampion, kini juga tampak cahaya terang dari obor yang dibawa ribuan peserta di Pontianak. Suara takbir menggema, umat muslim gempita menyambut Ramadan tiba.
Di sudut lain, seperti Jalan Gajahmada, lampion merah bergantung anggun menyambut Tahun Baru Imlek. Suara petasan dan kembang api bersahutan di langit Khatulistiwa.
1. Cahaya lampion dan obor bersatu tanpa perbedaan

Dua cahaya berbeda, dua bahana berbeda, dua tradisi berbeda, berpadu dalam satu ruang yang sama, Kota Pontianak.
“Alhamdulillah pada malam hari ini saya dan masyarakat antusias sekali dalam rangka pawai obor ini kita semua gembira menyambut datangnya bulan suci ramadan,” kata Gubernur Kalbar, Ria Norsan usai ikut pawai obor.
Norsan bilang, pawai obor ini melambangkan cahaya keimanan masyarakat Kalbar dan bergembira menyabut Ramadan.
“Di malam ini ada dua, cahaya obor dan dan lampion yang bersatu padu tampa perbedaan. Mari dengan kebersamaan ini kita besarkan Kalbar rumah kita bersama,” lanjutnya.
2. Obor jadi simbol semangat sambut Ramadan

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut momentum ini sebagai wajah toleransi yang hidup dan nyata.
Pawai obor dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah berjalan berdampingan dengan malam pergantian tahun Imlek. Tidak ada yang saling meniadakan. Justru saling melengkapi.
“Ini adalah kegiatan budaya, keagamaan, dan religi. Komitmen kita menyambut bulan suci Ramadan harus kita laksanakan dengan lebih baik. Tapi pada saat yang sama, kita juga menghormati saudara-saudara kita yang merayakan Imlek,” ungkapnya.
Edi bilang, pawai obor bukan sekadar tradisi tahunan. Dia adalah simbol semangat menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Pemerintah Kota sebelumnya juga menggelar Pawai Ta’aruf sebagai bagian dari rangkaian menyemarakkan Ramadan.
3. Warga kota saling jaga

Di balik semarak cahaya, dia mengingatkan hal yang lebih penting, bagaimana warga kota saling menjaga keamanan dan ketertiban.
Kota Pontianak, katanya, harus tetap harmonis dan toleran. Ia mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan di jalan, menjaga kebersihan, serta menunjukkan akhlak Islami dalam berinteraksi dengan siapa pun.
“Tunjukkan bahwa kita umat Islam yang berpegang pada Al-Qur’an dan Hadis. Jaga ukhuwah Islamiyah, jaga keselamatan, jangan sampai merusak. Kita ingin semua kegiatan berjalan lancar dan kita bisa kembali ke rumah dengan aman,” tukasnya.


















