Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sempat Memanas! Panpel Persija Klarifikasi Polemik Latihan Borneo FC
Pesepak bola asal Brasil Joel Vinicius (kedua kanan) mengontrol bola saat mengikuti latihan bersama Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (10/7/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa

Samarinda, IDN Times - Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta, Ferry Indrasyarief, menegaskan tidak ada unsur diskriminasi terhadap Borneo FC terkait polemik izin penggunaan lapangan utama Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, untuk sesi latihan resmi jelang pertandingan.

"Saya tegaskan, tidak ada niatan diskriminasi dari Persija maupun Panpel kepada siapa pun," ujar Ferry diberitakan Antara di Jakarta, sekitar satu jam sebelum laga Persija kontra Borneo FC yang digelar pukul 20.30 WIB.

Pertandingan Super League tersebut mempertemukan tim peringkat kedua dan ketiga klasemen sementara. Pemenang laga ini berpeluang menempel Persib Bandung di puncak klasemen.

1. Awal polemik di JIS

Pesepak bola Persija Jakarta Dony Try (kiri) diadang pesepak bola Borneo FC Villa Ruiz (kanan) saat menguasai bola pada lanjutan Liga 1 di Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Selasa (3/3/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU

Sehari sebelum pertandingan, tensi kedua tim sempat memanas. Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengaku kecewa karena timnya tidak diizinkan menggunakan lapangan utama JIS untuk official training.

Borneo FC tiba di JIS pada Senin (H-1) sekitar pukul 16.30 WIB untuk menjalani latihan resmi. Namun, setibanya di stadion, mereka mendapat informasi bahwa latihan tidak bisa dilakukan di lapangan utama, melainkan di lapangan latihan.

Dandri menyebut pemberitahuan tersebut baru diterima sekitar lima menit setelah tim tiba di lokasi. Ia juga mengaku tidak mengetahui sebelumnya bahwa sesi latihan akan dialihkan ke lapangan latihan.

Selama ini, seluruh tim tamu yang bertanding di JIS memang tidak diperkenankan menggunakan lapangan utama untuk official training. Kebijakan itu diterapkan guna menjaga kualitas rumput tetap prima saat pertandingan berlangsung.

2. Miskomunikasi antara Panpel dan Borneo

Pesepak bola Persija Jakarta Maxwell Souza (tengah) berebut bola diadang pesepak bola Borneo FC Rivaldo Pakpahan (kanan) pada lanjutan Liga 1 di Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Selasa (3/3/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU

Ferry mengakui persoalan ini murni terjadi akibat miskomunikasi. Ia juga menyatakan adanya keterlambatan dari pihak panitia dalam menyampaikan surat resmi kepada tim tamu.

Akhirnya, setelah adanya keberatan dari kubu Borneo FC, panitia memberikan izin kepada Pesut Etam untuk menggunakan lapangan utama. Pada waktu yang sama, Persija juga menggelar latihan resmi di lapangan utama.

"Selalu ada permintaan agar tidak menggunakan lapangan utama untuk official training. Sejauh ini semua tim cukup kooperatif, termasuk Persija yang juga tidak menggunakan lapangan utama untuk official training," jelas Ferry.

Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada perlakuan berbeda terhadap Borneo FC.

"Intinya, sekali lagi saya tegaskan tidak ada diskriminasi terhadap Borneo. Semua tim sama, termasuk Persija," tambahnya.

3. Klarifikasi dari Persija Jakarta

Pesepak bola Borneo FC Samarinda Villa Ruiz (kanan) bersama rekannya Mohammad Anez (kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta pada lanjutan Liga 1 di Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Selasa (3/3/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU

Sebelumnya, Persija menyayangkan munculnya narasi yang menyebut lokasi official training Borneo FC diubah secara tiba-tiba.

Dalam pernyataan resminya, Persija menyebut koordinasi teknis telah dilakukan oleh Panitia Pelaksana atau Local Organizing Committee (LOC) sejak Kamis (26/2) atau H-5 pertandingan bersama Asisten Manajer Borneo FC, Farid.

Koordinasi tersebut membahas seluruh rangkaian aktivitas pertandingan, termasuk lokasi pelaksanaan official training. Menurut Persija, komunikasi itu merupakan prosedur rutin untuk memastikan kebutuhan tim tamu terpenuhi.

Namun demikian, Persija mengakui adanya keterlambatan dalam penyampaian surat resmi terkait pelaksanaan official training, yang seharusnya sudah diterima sebelum sesi latihan berlangsung.

Editorial Team