Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
54 Ribu Warga Kalbar Berobat karena ISPA, Dinkes Siagakan Oksigen
Suasana kabut asap di Pontianak. (IDN Times/Teri).
  • Dinkes Kalbar mencatat 54.002 kunjungan ISPA pada minggu ke-26 hingga ke-34 2026, dengan total sekitar 172 ribu kasus sepanjang Januari–Agustus di tengah kabut asap karhutla.
  • Puskesmas di wilayah hotspot diminta siaga 24 jam dengan layanan oksigen; obat ISPA dan masker didistribusikan, sementara 33 dari target 63 rumah oksigen telah dibangun.
  • Sebanyak 10 relawan karhutla di Kubu Raya mendapat penanganan kesehatan, termasuk satu di IGD; warga juga diingatkan mewaspadai diare akibat krisis air bersih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah.

Sepanjang periode minggu ke-26 hingga minggu ke-34 tahun 2026, tercatat 54.002 kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan akibat ISPA. Jika dihitung secara kumulatif sejak Januari hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan telah mencapai sekitar 172 ribu kasus.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinkes Kalbar karena peningkatan gangguan pernapasan terjadi bersamaan dengan munculnya kabut asap di sejumlah daerah yang terdampak karhutla.

1. Puskesmas disiagakan 24 jam

Suasana karhutla di Kalbar. (IDN Times/adpim).

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, Dinkes Kalbar meminta pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kesiapsiagaan puskesmas, terutama di wilayah dengan jumlah titik panas atau hotspot yang tinggi.

Kepala Dinkes Kalbar, Erna Yulianti, mengatakan sejumlah puskesmas diminta bersiaga selama 24 jam dengan memastikan ketersediaan layanan, termasuk oksigen.

“Sekarang kami sudah menyampaikan ke kabupaten kota untuk menyiagakan puskesmas-puskesmas, terutama di daerah yang titik hotspot-nya tinggi. Puskesmas disiagakan 24 jam, terutama untuk oksigen,” kata Erna, Rabu (2/9/2026).

Selain meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan, Dinkes Kalbar telah mendistribusikan obat-obatan untuk penanganan ISPA ke kabupaten dan kota. Masker juga dibagikan kepada masyarakat untuk mengurangi risiko paparan asap.

2. Dinkes Kalbar siapkan 33 rumah oksigen

Gubernur Kalbar berikan bantuan logistik ke relawan. (IDN Times/Adpim).

Dinkes turut menyiapkan rumah oksigen di sejumlah daerah. Dari target 63 titik rumah oksigen, sebanyak 33 titik telah selesai dibangun. Fasilitas tersebut di antaranya berada di Pontianak, Ketapang, Melawi, dan Kapuas Hulu.

“Harapan saya dengan dibangunnya rumah oksigen ini, masyarakat yang terpapar asap bisa ditangani,” ujarnya.

Tak hanya obat ISPA, Dinkes Kalbar juga menyalurkan vitamin bagi relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla serta obat tetes mata untuk mengatasi keluhan akibat paparan asap.

3. Sepuluh relawan di Kubu Raya tumbang saat padamkan api

Relawan padamkan karhutla di Kalbar. (IDN Times/Adpim).

Paparan asap tidak hanya berdampak kepada masyarakat, tetapi juga relawan yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla.

Dinkes Kalbar mencatat sejumlah relawan mengalami gangguan kesehatan setelah berada di lokasi yang terdampak asap. Di Kabupaten Kubu Raya, sedikitnya 10 relawan telah mendapat penanganan kesehatan. Salah seorang di antaranya bahkan harus menjalani perawatan di instalasi gawat darurat (IGD).

“Di Kubu Raya memang yang dilaporkan satu masuk IGD. Kalau untuk relawan kami harus mendapatkan data dari kabupaten kota,” ungkap Erna.

Untuk memperkuat pelayanan di lapangan, posko kesehatan disiapkan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar dan BPBD Kubu Raya. Petugas kesehatan juga dikerahkan secara mobile mengikuti lokasi kebakaran.

“Yang namanya kebakaran kan pindah-pindah, jadi mengikuti di mana ada titik hotspot. Petugas yang disiagakan dari puskesmas dan ada beberapa relawan dari tenaga klinik-klinik yang juga membantu,” jelasnya.

4. Waspadai diare di tengah krisis air bersih

Gubernur Kalbar distribusikan air bersih. (IDN Times/Adpim).

Selain ISPA, Dinkes Kalbar mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit diare. Ancaman tersebut muncul seiring kesulitan mendapatkan air bersih di sejumlah wilayah, ditambah kondisi air yang mulai terasa asin.

Masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan air, terutama untuk kebutuhan konsumsi. Dinkes mengimbau warga memastikan air minum telah dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi.

Air yang telah dimasak juga harus disimpan dalam wadah bersih dan tertutup agar tidak kembali terkontaminasi.

“Yang penting air itu dimasak. Air dimasak, diminum, insyaallah bakteri-bakteri sudah tidak ada. Kemudian disimpan di tempat yang baik dan tidak tercemar,” pungkas Erna.

Curated For You

Editorial Team

Related Article