Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kutim Gaspol Cetak Sawah, Target 20 Ribu Hektare dalam 5 Tahun
ilustrasi Indonesia, sawah, pertanian, padi (pexels.com/Irgi Nur Fadil)
  • Pemkab Kutai Timur menargetkan pencetakan lahan padi dan sawah seluas 20.000 hektare dalam lima tahun untuk mendukung kemandirian pangan dan swasembada beras Kaltim.
  • Saat ini sawah aktif Kutim sekitar 2.600 hektare; 553-600 hektare sawah baru telah dicetak di Long Mesangat dan Bengalon, dengan target awal 10.000 hektare.
  • Gubernur Rudy Mas’ud meminta kolaborasi dengan kelompok tani, TNI-Polri, dan swasta agar pertanian menjadi fondasi ekonomi Kaltim serta mengurangi ketergantungan pada batu bara dan migas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memperluas lahan pertanian sebagai upaya mewujudkan kemandirian pangan dan swasembada beras di Kalimantan Timur.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menargetkan pencetakan lahan padi dan sawah hingga 20.000 hektare (ha) dalam lima tahun ke depan.

Target tersebut disampaikan Ardiansyah saat bertemu Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Harum Resort Balikpapan, Senin (24/8/2026).

“Target 20 ribu, Pak Gubernur,” ujar Ardiansyah dalam akun IG Pemprov Kaltim saat ditanya mengenai luas lahan sawah yang akan dikembangkan di Kutim.

1. Target meraih swasembada pangan di Kaltim

Rudy Mas’ud mengapresiasi target tersebut. Menurutnya, perluasan lahan pertanian di Kutim, ditambah kontribusi kabupaten dan kota lainnya, dapat memperkuat upaya Kaltim mencapai swasembada beras.

“Kalau ini terwujud, ditambah kabupaten lain, saya yakin kita benar-benar swasembada beras,” kata Rudy.

Ardiansyah mengatakan, program tersebut akan memanfaatkan lahan tidur atau lahan yang belum tergarap secara optimal untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus kesejahteraan petani lokal.

2. Mencetak lahan sawah di Kutai Timur

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman. Foto Instagram

Saat ini, luas kawasan sawah aktif di Kutim baru sekitar 2.600 hektare. Pemkab Kutim terus memperluas kawasan pertanian dengan target awal mencapai 10.000 hektare sebagai lumbung pangan daerah.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Pemkab Kutim telah mencetak sekitar 553 hingga 600 hektare sawah baru melalui program cetak sawah rakyat yang tersebar di Kecamatan Long Mesangat dan Bengalon.

“Sebagian besar kawasan sawah produktif kami saat ini di Kecamatan Kaliorang, Bengalon, Kaubun, dan Long Mesangat,” ujar Ardiansyah.

3. Kolaborasi dengan TNI, Polri, dan swasta

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat Rapat terkait batas wilayah IKN di Kemendagri (IDN Times/istimewa)

Rudy meminta Pemkab Kutim memperkuat kolaborasi dengan kelompok tani, TNI-Polri, serta sektor swasta untuk mempercepat pembukaan dan pengembangan sawah baru.

Menurutnya, sektor pertanian harus menjadi salah satu fondasi ekonomi Kaltim di masa depan. Ia menilai ketergantungan terhadap sumber daya alam, seperti batu bara dan minyak serta gas bumi (migas), tidak cukup untuk menjamin manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat secara luas.

“Pertanian ini masa depan kita, Pak Bupati. Saya tidak terlalu yakin dengan sumber daya alam, seperti batu bara dan migas, yang dikelola selama ini. Dampaknya juga tidak signifikan bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain menjadi sentra produksi pangan, Rudy menilai kawasan persawahan juga memiliki potensi dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam.

“Sawah ini wisata mewah, Pak Bupati. Wisata mepet sawah,” kelakar Rudy.

Curated For You

Editorial Team

Related Article