ilustrasi orang chat ke grup kantor (pexels.com/Dalila Dalprat)
Jika pasangan yang biasanya berbicara santai mendadak menggunakan bahasa formal seperti “baik”, “terima kasih”, atau “silakan”, perubahan tersebut mungkin terasa janggal. Dalam situasi tertentu, bahasa yang lebih kaku bisa mencerminkan ketidaknyamanan atau keinginan untuk menjaga jarak.
Namun, perubahan gaya bahasa juga bisa terjadi karena situasi dan suasana hati. Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa pasangan sedang marah atau memiliki masalah denganmu. Jika perubahan tersebut berlangsung cukup lama, cobalah menanyakan apakah ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan.
Cara pasangan membalas chat memang bisa memberikan gambaran tentang suasana hati dan kebiasaan komunikasinya. Namun, pesan singkat, banyak emoji, atau keterlambatan membalas tidak cukup untuk memastikan perasaan seseorang.
Jika ada perubahan komunikasi yang membuatmu khawatir, lebih baik membicarakannya secara terbuka daripada terus menebak-nebak. Komunikasi yang jujur, saling memahami, dan menghargai kesibukan masing-masing menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat.