Samarinda, IDN Times - Insiden tertabraknya Jembatan Mahakam di Kota Samarinda pada 16 Februari 2025 lalu kembali menjadi sorotan. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dibahas langkah konkret dalam menyelesaikan permasalahan ini.
Rapat yang diinisiasi Komisi III DPRD Kaltim ini turut dihadiri perwakilan Komisi I dan II DPRD Kaltim, serta sejumlah pihak terkait seperti Pelindo, KSOP Kelas I A Samarinda, dan BBPJN Kaltim.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan pentingnya tanggung jawab semua pihak dalam menyelesaikan masalah ini. “Kita pernah mengalami tragedi ambruknya Jembatan di Kutai Kartanegara tahun 2011. Jangan sampai sejarah kelam itu terulang. Jika memang ada pihak yang bersedia bertanggung jawab, buatlah pernyataan resmi secara tertulis,” tegas Hasanuddin.
