Ketapang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga memutus ruang hidup satwa liar.
Dampaknya dirasakan satu induk orangutan bersama dua anaknya yang terpaksa keluar dari habitatnya dan masuk ke kawasan perkebunan masyarakat di Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan.
Ketiganya akhirnya dievakuasi tim gabungan BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), serta masyarakat pada 21 Agustus 2026.
Ketiga orangutan tersebut diberi nama Mama Yuni, Yuni, dan Pura. Mereka sebelumnya telah terpantau berada di kawasan perkebunan warga sejak awal tahun.
