Comscore Tracker

Kehilangan Job, Kisah Seniman Balikpapan Bertahan saat Pandemik 

Aby sempat menjadi seorang kurir makanan diet

Balikpapan, IDN Times - Sudah enam bulan Indonesia menghadapi pandemik COVID-19. Selama itu pula banyak perubahan yang terjadi dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya adalah mengenai pendapatan. Sebagian orang, bahkan harus kehilangan pekerjaan atau dirumahkan. Terpaksa mereka harus bisa memikirkan cara agar tetap bisa bertahan hidup dan mendapatkan pemasukan.

Hal ini juga dialami oleh para seniman di Balikpapan. Seperti salah satu stand up comedian asal Balikpapan Zhacarry Marby. Pria yang akrab dengan panggilan Aby ini mengaku, pandemik membuatnya kehilangan beberapa job.

"Wah, selama pandemik ini dari bulan Maret itu, job itu sudah gak ada. Bahkan dicancel-in beberapa. Bukan hanya stand up comedy saja, bahkan nge-MC juga," jelas Aby, Sabtu (12/9/2020) pada IDN Times, melalui sambungan telepon.

1. Sempat bekerja sebagai kurir

Kehilangan Job, Kisah Seniman Balikpapan Bertahan saat Pandemik (Instagram/Cucunyakai)

Pria yang pernah menjadi salah satu finalis Stand Up Comedy Academy (SUCA) I ini menuturkan, demi bisa menambah pemasukan dirinya harus beralih profesi menjadi seorang pengantar makanan diet. Untungnya dirinya juga masih aktif menjadi seorang penyiar radio sebagai pemasukan tetap.

Meskipun demikian, pandemik COVID-19 justru membuat dirinya menjadi semakin kreatif. "Kita jadi bisa eksplor diri kita yang lain. Karena stand up gak bisa, MC juga gak bisa, kita harus cari yang lain. Kalau saya kemarin jadi kurir makanan diet," ucapnya disertai tawa.

Lanjutnya, setelah sempat menjadi seorang kurir selama hampir 3 bulan. Dari Mei hingga bulan Juli kemarin. Kini ia telah mendapatkan kembali undangan tampil di atas panggung. Walaupun tidak dapat dilakukan secara leluasa mengingat situasi pandemik.

Tak hanya sebagai stand up comedian, dan MC, pria ini yang juga tergabung dalam kelompok musik Orkes 0542 di Balikpapan. Ia mengaku belum dapat melakukan aksi musik lagi di panggung. Namun, sempat orkes musik tampil dengan sistem virtual.

"Stand up kami sudah open mic lagi setiap hari Jumat, tapi dengan protokol kesehatan. Kalau orkes belum dulu, di samping karena pandemik juga sebagian karena kesibukan masing-masing," terang Aby.

Baca Juga: Kisah Asmuni, Supir Ambulans Jenazah COVID-19, Habiskan Waktu di Makam

2. Seniman terdampak virus corona

Kehilangan Job, Kisah Seniman Balikpapan Bertahan saat Pandemik Seniman lukis mural dan pengrajin lampu hias di Balikpapan, Gusti Ambri (Dok IDN Times/Istimewa)

Terpisah, salah seorang seniman lukis mural dan pengrajin lampu hias dari bahan bekas Balikpapan Gusti Ambri yang tinggal di Jalan Perkutut Tiung 3 RT. 13 No. 57, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, mengaku terdampak pandemik COVID-19.

Ia mengaku hanya membuat barang kerajinan ketika sudah dipesan. Sebelumnya, sehari ia dapat menjual tiga hingga lima buah lampu hias. Kini tergantung dari pesanan. Namun, ia tetap bersyukur karena ada pemasukan dari hasil penjualan hasil karyanya.

"Pasti ada (dampak). Karena orang pada takut keluar rumah dan malas keluar rumah. Saya juga jualnya melalui online via Whatsapp atau Instagram ke teman-teman," ujar dia.

Sementara untuk kegiatan mural juga biasanya juga berdasarkan pesanan. Bila media mural cukup luas, maka Gusti Ambri akan mengerjakan gambar tersebut dengan rekan-rekan sesama seniman mural.

3. Seorang pelukis aktif sejak tahun 80'an

Kehilangan Job, Kisah Seniman Balikpapan Bertahan saat Pandemik Lampu hias karya Gusti Ambri (Dok. IDN Times/Istimewa)

Pria yang merupakan seorang pensiunan fotografer salah satu media besar di Kaltim ini, telah aktif melukis sejak tahun 1980-an. Awalnya, ia mulai sebagai pelukis kartu lebaran pertama di Balikpapan. Kartu karyanya sempat ramai diminati kala itu.

Kini setelah dirinya pensiun, ia mulai memantapkan diri untuk berkarya di bidang seni yang menjadi hobinya. Gusti membandrol harga lampu hias yang dibuatnya Rp50 ribu per buah dengan beragam model.  

"Alhamdulillah ada saja (yang beli) walaupun sekarang tidak sering," tuturnya.

Baca Juga: Kisah Pilu, Diusir dari Indekos, Satu Keluarga Tinggal dalam Gerobak 

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya