Comscore Tracker

Hidden Gems Balikpapan, Prim's Italian Surganya Makanan Italia

Ngefans Simoncelli, berujung buka kedai kuliner Itali

Balikpapan, IDN Times - Negara Italia terkenal dengan berbagai kuliner yang kelezatannya sudah mendunia. Sebut saja pizza, pasta, sampai dessert seperti tiramisu atau panna cota, semuanya dari Italia. Buat pencinta masakan Italia di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), ada satu hidden gem nih yang harus kalian tahu!

Restoran bertema Italia, dengan menu-menu otentik.

Namanya Prim's Italian, homey, berasa di rumah sendiri. Prima, sang pemilik menyebut kedainya dengan osteria. Ia memang sengaja ingin menciptakan suasana hangat dan akrab untuk pelanggan. Itulah mengapa Prim's Italian menyambut pelanggan dengan konsep desain rumah di mana meja dan kursinya terbatas. 

Kalau ingin mencicipi nikmatnya masakan Italia di sana pun, sebaiknya pengunjung melakukan reservasi terlebih dahulu. Karena bukan hanya seat yang terbatas, penyiapan makanan setidaknya butuh waktu 30 menit. Tapi, dijamin, saat menyantap hidangan, penantian terasa sangat worth it.

1. Dekorasi ala Italia, cocok buat konten kuliner

Hidden Gems Balikpapan, Prim's Italian Surganya Makanan ItaliaKedai Prim's Italian yang homey membuat pengunjung merasa di rumah sendiri. (IDN Times/Istimewa)

Kalau anda suka ngonten kuliner atau membuat video di tempat-tempat menarik, dekorasi di sana sangat mendukung. Warna putih, merah dan hijau mendominasi dekorasi di Prim's Italian. Saat pertama kali masuk ke osteria tersebut, musik instrumental khas Italia juga membuat atmosfer Italia lebih terasa.

Kedai Berlokasi di Jalan S Parman Perumahan Gunung Guntur Asri No 4C RT 35 Gunungsari Ulu, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan. Saat tiba anda akan disambut plang nama kedai yang tak terlalu mencolok namun dapat dibaca jelas. Lokasi kedai juga berhadapan langsung dengan sebuah sekolah. 

Prim's Italian adalah sebuah usaha keluarga yang kini dijalankan Prima bersama suami dan keponakannya. Itulah mengapa ia memilih rumah yang ia tinggali sebagai kedai. Sudah memulai usahanya sejak 2013, tidak singkat kisah trial dan error yang dialami Prima sampai menghasilkan resep-resep yang kini dapat dicoba para penikmat kuliner. 

"Awal mula, kami pertama kali buka di Gunung Sari Ilir, sebelah Restoran Shangrilla. Sampai kemudian kami pindah di kawasan Gunung Malang pada 2015 lalu," ungkap Prima.

Saat awal pandemik COVID-19 melanda, hingga Mei 2021, Prima juga lebih memilih hanya melayani take away dan tidak melayani dine in. Saat itu pula Prim's Italian lebih banyak menggunakan aplikasi ojek online untuk berjualan. Itu ia lakukan demi menjaga kesehatan keluarga yang ikut mengelola Prim's Italian bersamanya. 

"Kami ikuti anjuran pemerintah. Kami berusaha saling jaga ya. Tidak ada makan di tempat. Mulai Mei 2021 kami tetap batasi. itulah mengapa kami sangat mengandalkan reservasi," tuturnya. 

Baca Juga: 5 Oleh-Oleh Khas Balikpapan yang Wajib Dibawa Pulang!

2. Berawal dari kecintaan pada MotoGP

Hidden Gems Balikpapan, Prim's Italian Surganya Makanan ItaliaProses pemanggangan pizza di Prim's Italian menggunakan oven manual. (IDN Times/Fatmawati

Prima mencaritakan kisahnya pada IDN Times, bahwa usahanya ini sudah ia geluti sejak sebelum menikah. Saat ini sang suami pun ikut serta dalam pengelolaan Prim's Italian bersama dirinya. "Kami ini adalah kedai pizza pertama dengan konsep home-made street food di Kota Balikpapan," ungkap. 

Bahkan dahulu di kotak pizza yang ia gunakan untuk kemasan tertulis cerita tentang Prim's Italian. Kenapa pada dasarnya ia mencintai Italia berawal dari kesukaannya pada MotoGP.

"Saya dulu sangat suka dengan pembalap Italia, Marco Simoncelli. Sampai akhirnya dia meninggal karena kecelakaan di sirkuit Malaysia, saya mulai mencari tahu banyak hal tentang Italia," tuturnya. 

Hingga ia mengenal masakan-masakan khas negara yang berada di Eropa Selatan tersebut. Ia mulai berjualan beberapa jenis masakan seperti pizza, baked pasta, dan spaghetti. "Kalau sekarang menu di Prim's Italian sudah mencapai 30-an. Ada pizza, berbagai macam pasta, steak hingga salad," sebutnya. 

Konsep rumahan ia pilih untuk kedai miliknya. Ini karena konsep semacam inilah yang digemari wisatawan dan kerap digunakan di desa-desa di Italia. Dengan nuansa homey, dirinya juga kerap berbaur atau mengobrol dengan customer

"Kami berusaha engage dengan customer. Sehingga beberapa ulasan di Google pun bisa dilihat, banyak yang memberi bintang karena faktor keramahan kami," ujarnya. 

3. Gunakan adonan sourdough yang bagus untuk pencernaan

Hidden Gems Balikpapan, Prim's Italian Surganya Makanan ItaliaCalzone, pizza lipat dengan isian daging dan keju ala Prim's Italian. (IDN Times/istimewa)

Berbeda dengan pizza kebanyakan, adonan yang digunakan adalah jenis sourdough atau adonan yang menggunakan ragi khusus. Walaupun pada awalnya Ia juga menggunakan ragi biasa yang dijual di pasaran, namun sejak pandemik ia mulai memikirkan untuk membuat adonan yang berbeda dari kebanyakan pizza. 

"Kami pilih sourdough juga karena faktor lebih sehat dikonsumsi. Walaupun awalnya ditolak oleh beberapa customer lama kami. Kata mereka teksturnya beda. Tapi ternyata makin ke sini jenis adonan ini makin happening. Mulailah banyak yang suka," jelasnya. 

Sourdough kini malah jadi ciri khas Prim's Italian. Ternyata makin ke sini, lanjut Prima, makin banyak restoran pizza yang menggunakan sourdough. 

"Adonan ini saat dipanggang, akan ada pinggiran tepinya yang disebut edge. Teksturnya lebih renyah. Sementara bagian tengah pizza akan menjadi kenyal atau chewy. Dengan tekstur seperti itu maka pengunyahan akan sempurna dan bagus untuk pencernaan," ungkapnya. 

4. Menu variatif, semua bikin penasaran

Hidden Gems Balikpapan, Prim's Italian Surganya Makanan ItaliaPrim's Italian juga menyediakan berbagai salad yang nikmat. (IDN Times/Istimewa)

Ada berbagai menu yang bisa dinikmati di Prim's Italian. Salah satu signature pizza yang digemari sejak tahun 2013 adalah popper pizza. Ini adalah pizza yang digulung dan diisi dengan daging asap. Atau calzone atau pizza yang dibentuk seperti pastel dengan berbagai isian. 

Salah satu jenis pizza yang ia rekomendasikan adalah margherita pizza. Yaitu pizza sederhana yang menggunakan topping saus marinara, keju mozzarella dan daun basil. Ia meyakini, jika jenis pizza yang paling sederhana saja enak, maka dengan topping apa pun pasti akan enak. 

"Juga adanya menu panzerotti atau sejenis pastel dan digoreng. Kami akan menjelaskan kepada customer mengenai menu-menu kami. Maka silakan bertanya saja jika ada yang ingin diketahui," katanya.

Baru-baru ini Prim's Italian juga mengeluarkan beberapa jenis menu baru. Seperti pizza toscana yang menggunakan topping homemade italian sausage, bayam, mozzarella dan parmesan cheese. Ada juga ravioli atau pasta dengan isian. 

Dengan variasi harga mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai menu yang semuanya enak.

Menu favorit penulis sendiri sih triple cheese dan premium pizza. Untuk minuman jangan lupa coba your imun booster (YIB) yang resepnya dibuat sendiri owner Prim's Italian. Berbahan dasar serai, daun basil, lemon, jahe dan rempah pilihan.

Benar-benar meningkatkan imun. 

Baca Juga: Tujuh Pantai Estetik nan Cantik untuk Healing di Balikpapan

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya