Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

OIKN Jadikan Kearifan Lokal sebagai Desa Wisata dan Museum Hidup

OIKN Jadikan Kearifan Lokal sebagai Desa Wisata dan Museum Hidup
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memfasilitasi pelaksanaan ritual adat Suku Dayak dan Paser di Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (11/5/2024). (IDN Times/Ervan)

Penajam, IDN Times - Otoritas Ibu Kota Negara (OIKN) berkomitmen untuk menjadikan kearifan lokal di Kalimantan Timur sebagai bagian dari desa wisata dan museum hidup, mirip dengan konsep di Bali.

"Kami sedang mempersiapkan desa wisata yang kami sebut dengan istilah living museum, di mana kearifan-kearifan lokal dapat terlihat jelas," kata Deputi Sosial Budaya Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Alimudin diberitakan Antara di Jakarta, baru-baru ini.

1. Desa-desa di IKN dijadikan living museum

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memfasilitasi pelaksanaan ritual adat Suku Dayak dan Paser di Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (11/5/2024). (IDN Times/Ervan)
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memfasilitasi pelaksanaan ritual adat Suku Dayak dan Paser di Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (11/5/2024). (IDN Times/Ervan)

Alimudin menyatakan bahwa OIKN berupaya mengubah desa-desa di IKN, terutama di Penajam Paser Utara, menjadi living museum yang dapat menarik minat wisatawan. Tujuan dari konsep ini adalah agar kearifan lokal di IKN tetap terlihat dan hidup di desa wisata yang akan dikembangkan.

Salah satu contoh kearifan lokal yang akan dipertahankan adalah budaya Suku Paser, suku asli yang mendiami kawasan Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Paser. OIKN berkomitmen untuk mendukung Suku Paser agar budaya mereka tetap lestari, meskipun pembangunan IKN berlangsung di daerah tersebut.

Menurut Alimudin, untuk menjadikan desa wisata sebagai tujuan wisata, mereka akan mengadopsi konsep living museum yang serupa dengan yang ada di Karangasem, Bali. Konsep ini memungkinkan pengunjung merasakan langsung pola hidup sehari-hari masyarakat lokal.

2. OIKN berfokus pada pelestarian lokal

Kondisi Sungai Sepaku yang menjadi air baku untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (2/8/2024). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.
Kondisi Sungai Sepaku yang menjadi air baku untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (2/8/2024). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

Dalam upaya ini, OIKN berfokus pada pelestarian kearifan lokal. Sebelumnya, mereka telah mengadakan rembuk budaya untuk memastikan pelestarian budaya di IKN tidak hanya berfokus pada budaya lokal, tetapi juga pada budaya Nusantara secara keseluruhan.

Lokasi permukiman Suku Paser yang berada di tepi sungai menjadi perhatian OIKN. Dalam proyek pengendalian banjir, desain pembangunan telah ditinjau ulang untuk memastikan Suku Paser dapat tetap tinggal di wilayah mereka.

"Kami sedang mengerjakan beberapa proyek, termasuk pengendalian banjir. Awalnya, mereka memang tergusur, tetapi setelah desain pembangunan pengendalian banjir ditinjau ulang, mereka akan tetap tinggal di situ," ungkap Alimudin.

3. IKN dikelilingi masyarakat adat

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memfasilitasi pelaksanaan ritual adat Suku Dayak dan Paser di Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (11/5/2024). (IDN Times/Ervan)
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memfasilitasi pelaksanaan ritual adat Suku Dayak dan Paser di Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (11/5/2024). (IDN Times/Ervan)

Alimudin menambahkan bahwa IKN dikelilingi oleh masyarakat adat, termasuk suku Dayak di wilayah utara, khususnya di Kutai Kartanegara. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pembangunan kota di IKN menjadi bagian penting dari konsep ini.

Proses pembangunan dan penataan kota IKN melibatkan partisipasi masyarakat sejak tahap perencanaan awal. OIKN melibatkan masyarakat lokal sebagai tim survei untuk memahami konflik yang ada dan memastikan keterlibatan mereka dalam proses pembangunan.

"Kepala Otoritas IKN, Pak Basuki, tidak akan memulai kebijakan konstruksi sebelum aspek sosial selesai ditangani. Hal-hal kecil seperti itu kami lakukan di IKN," tegas Alimudin.

Meskipun ada tantangan dalam menyatukan persepsi dan pandangan sosial, Alimudin yakin bahwa IKN di Kalimantan Timur akan menjadi lokasi yang kondusif dan mampu mengelola kesenjangan yang mungkin timbul dengan baik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Gawai Dayak 2026 Bebas Miras, Panitia Hanya Izinkan Penjualan Tuak

13 Mei 2026, 18:32 WIBNews