Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Narkoba di Mobil Kepala Dinas Balikpapan, Polisi Buru Jaringan Malaysia
ilustrasi narkoba (unsplash.com/cd163601)
  • Polda Kaltim mendalami aktivitas WS, relasi pergaulan, penggunaan mobil dinas, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
  • WS ditangkap di Jalan Ahmad Yani saat menggunakan mobil dinas yang berisi 15 butir ekstasi dan satu paket sabu.
  • Pengembangan perkara mengarah ke tersangka lain, dengan penyitaan sekitar 2,92 kilogram sabu dan 1.900 butir ekstasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (2/9)

Polisi menangkap WS di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, sekitar pukul 18.00 WITA. Polisi menemukan 15 butir ekstasi dan satu paket sabu di mobil dinas yang digunakan WS.

Saat ini

Penyidik masih menelusuri asal narkotika yang ditemukan dari WS serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

hingga kini

Polda Kaltim masih memburu DRS yang diduga menjadi pemasok narkotika dalam jaringan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penyidik mendalami aktivitas WS, penggunaan mobil dinas, asal narkotika, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
  • Who?
    WS, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, serta DRS terlibat dalam rangkaian perkara ini.
  • Where?
    WS ditangkap di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, Balikpapan.
  • When?
    Penangkapan WS terjadi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.00 WITA.
  • Why?
    Pendalaman dilakukan untuk mengetahui relasi WS, aktivitasnya di kantor dinas, asal narkotika, dan pihak lain yang mungkin berkaitan.
  • How?
    Polisi menangkap WS saat menggunakan mobil dinas, menemukan barang bukti di kendaraan, lalu mengembangkan perkara kepada tersangka lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Polisi sedang mencari tahu tentang WS, sopir yang memakai mobil kantor di Balikpapan. Di mobil itu ada 15 pil ekstasi dan satu paket sabu. Polisi juga mencari dari mana barang itu datang dan apakah ada orang lain yang ikut. Sekarang, polisi masih mencari DRS yang diduga memberi pasokan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pendalaman yang dilakukan penyidik membuka ruang bagi pengawasan internal Pemerintah Kota Balikpapan untuk diperkuat berdasarkan hasil penyidikan. Keterangan Romylus juga menempatkan pencegahan sebagai upaya bersama, sejalan dengan penelusuran relasi sosial, penggunaan kendaraan dinas, asal narkotika, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur mendalami aktivitas WS, sopir operasional Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Balikpapan yang terjerat kasus narkoba.

Penyidik juga menelusuri penggunaan mobil dinas yang dikemudikan WS, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan penyidik tengah mendalami lingkungan pergaulan WS untuk mengetahui relasi yang mungkin berkaitan dengan kasus tersebut.

"Penyidik mencoba mendalami apakah sopir pribadi ini memiliki teman ataupun orang-orang dekat yang biasa diajak untuk nongkrong," kata Romylus dilaporkan Antara di Balikpapan, Selasa (15/9/2026).

1. Sopir operasional Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Balikpapan

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro (kedua kanan) didampingi Direktur Resnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Arif Bastari (kanan) mengamati barang bukti berupa sabu-sabu saat pengungkapan kasus peredaran narkoba di Mapolda Kalimantan Timur, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (25/4/2025). ANTARA FOTO/Aditya Nugroho/Spt

WS diketahui bekerja sebagai sopir operasional Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Balikpapan sejak 2021.

Selain lingkungan pergaulan, polisi turut menelusuri pola penggunaan kendaraan dinas Toyota Innova Zenix yang digunakan WS. Mobil tersebut menjadi lokasi ditemukannya barang bukti berupa 15 butir ekstasi dan satu paket sabu.

Romylus mengatakan pendalaman dilakukan untuk mengetahui aktivitas WS selama berada di lingkungan kantor pemerintahan.

"Ada tujuan lain untuk mengungkap pola driver pada saat ada di kantor dinas," ujarnya.

Menurut Romylus, hasil penyidikan nantinya dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Balikpapan untuk memperkuat pengawasan internal.

2. Modus peredaran narkoba di Kaltim

Barang bukti narkoba jenis sabu yang disimpan tersangka EU dalam kotak makanan hewan diamankan polisi. (Dok. Polda Kaltim)

Dia menjelaskan, peredaran narkotika kerap berkaitan dengan relasi sosial terdekat, baik lingkungan pergaulan maupun tempat kerja. Karena itu, pencegahan dinilai perlu dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya mengandalkan penindakan kepolisian.

"Kita tidak melulu hanya bicara penindakan terpola, tapi kita juga bicara pencegahan terintegrasi," katanya.

Saat ini, penyidik masih menelusuri asal narkotika yang ditemukan dari WS serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Kasus tersebut bermula saat polisi menangkap WS di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.00 WITA.

Saat ditangkap, WS tengah menggunakan mobil dinas. Polisi kemudian menemukan 15 butir ekstasi dan satu paket sabu di dalam kendaraan tersebut.

3. Pengembangan tersangka kasus narkoba

Barang bukti sabu dan ekstasi yang berhasil diamankan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim dari sejumlah pengungkapan kasus. (IDN Times / Erik Alfian)

Pengembangan kasus selanjutnya mengarah kepada sejumlah tersangka lain. Dari rangkaian pengungkapan tersebut, polisi menyita total sekitar 2,92 kilogram sabu dan 1.900 butir ekstasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menduga narkotika tersebut berkaitan dengan jaringan Malaysia. Salah seorang tersangka mengaku memperoleh pasokan dari warga negara Malaysia berinisial DRS.

Polda Kaltim hingga kini masih memburu DRS yang diduga menjadi pemasok narkotika dalam jaringan tersebut.

Romylus berharap pengungkapan kasus ini dapat memperkuat sinergi antara Polda Kaltim dan Pemerintah Kota Balikpapan dalam mencegah peredaran narkotika.

"Jadi, isu ini bukan lagi menjadi isunya kepolisian. Kita mengajak semua pihak juga untuk bermitra," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article