Comscore Tracker

Banyak Penghobi Tanaman Hias di PPU Tapi Belum Terbentuk Komunitas

Tanaman hias sebagai penghilang sters

Penajam, IDN Times – Penghobi tanaman hias jenis kembang dan daun atau caladium  di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dinilai cukup banyak, namun sayang hingga kini belum terbentuk satu komunitas yang menjadi wadah berkumpulnya penghobi ini.

“Di PPU ini banyak masyarakatnya menyukai tanaman hias daun atau caladium yang keindahannya terletak pada corak dan perpaduan warna daunnya, namun demikian mereka hanya penyuka tidak membentuk komunitas dan hanya ikut di grup media sosial saja,” ujar Sidik salah seorang pencinta bunga yang tinggal d Kecamatan Babulu kepada IDN Times ketika dihubungi melalui telpon, Kamis (19/11/2020).

1. Banyak warga mencari tanaman hias jenis caladium dengan warna cerah

Banyak Penghobi Tanaman Hias di PPU Tapi Belum Terbentuk KomunitasTanaman hias daun bercorah cerak cukup diminati warga PPU koleksi Sidik (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Dibeberkannya, selain menyukai tanaman hias jenis kembang dan daun, selama ini dirinya juga menjual tanaman hias tersebut, dan mengakui selama satu minggu terakhir ini konsumen pembelinya alami penurunan, berbeda pada dua minggu kemarin jumlah pembeli cukup ramai. Rata-rata pembelian adalah kaum hawa.

“Mereka banyak mencari tanaman hias jenis caladium dengan warna cerah sementara untuk jenis bunga seperti mawar dan angrek masih jarang pembelinya. Dan saat ini jenis tanaman hias caladium termahal di tempat saya adalah suksom ukuran besar seharga Rp600 ribuan,” katanya.

Baca Juga: Dua Tahun Kabupaten Penajam Paser Utara Sandang Status Merah Malaria

2. Berharap di PPU segera terbentuk komunitas tanaman hias sebagai wadah berkumpul dan berkomunikasi

Banyak Penghobi Tanaman Hias di PPU Tapi Belum Terbentuk KomunitasIlustrasi tanaman hias (IDN Times/Shemi)

Dirinya berharap, pencinta tanaman hias ini bisa segera membentuk satu komunitas sebagai wadah berkumpul dan berkomunikasi sehingga bisa saling tukar pikiran sehubungan dengan tanaman hias tersebut.

“Saya lebih suka kalau pencinta tanaman hias itu datang dan berkomunkasi dengan saya sehingga bisa diberikan edukasi bagaimana cara menanam dan merawat tanaman itu, apalagi jika ada satu wadah berkumpul mungkin bisa lebih baik lagi,” sebutnya.

Menurutnya, memiliki tanaman hias di rumah tersebut bisa dijadikan sebagai penghilang sters kalau melihatnya, setelah bekerja atau aktivitas lainnya dan tentu dapat memperindah rumah sendiri biar tidak terlihat gersang.

3. Rencananya akan dibentuk komunitas pencinta tanaman hias di PPU

Banyak Penghobi Tanaman Hias di PPU Tapi Belum Terbentuk KomunitasTanaman hias daun bercorah cerak cukup diminati warga PPU koleksi Sidik (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Senada dengannya, Nano Ariadi mengungkapkan, di PPU banyak pencinta tanaman hias namun belum ada komunitasnya dan saat ini hanya perorangan saja, tetapi rencananya ia dan rekan-rekan sehobi dengan akan membentuk komunitas pencinta tanaman hias di PPU.

“Saat ini masih belum ada, tetapi rencananya saya dengan teman-teman lain akan membentuk komunitas pencinta tananam hias PPU, untuk jumlah anggota masih belum terdata, tetapi telah diinformasikan kepada teman-teman melalui grup WhatsApp saja” ungkapnya warga Waru ini.

Ia menilai, pencinta tanaman hias ini masing-masing memiliki kesukaan jenis tanamannya ada yang suka dari bunganya atau daunya termasuk anggrek jadi terbagi apa kesukaannya tetapi tetap tanaman hias. Sekarang ini tanaman jenis Aglonema  atau tanaman hias daun-daun cukup populer dan lagi tinggi peminatnya.

“Saya juga sambil jualan tanaman hias dan bibit pohon buah mas. Penyuka tanaman hias tidak musti melulu kaum hawa sebab ada juga kaum adam. Mereka terkadang membeli secara langsung atau via telpon atau online dan jumlahnya cukup banyak,” pungkasnya.

Baca Juga: Pemkab PPU Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Jalan pada 2021

Topic:

  • Anjas Pratama

Berita Terkini Lainnya