Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Final Piala Soeratin U-15 Kalbar Ricuh, PSSI Bawa ke Sidang Disiplin
Ajang sepak bola di Kalbar ricuh. (IDN Times/istimewa).

Pontianak, IDN Times - Insiden kericuhan yang mewarnai partai final Piala Soeratin U-15 Kalimantan Barat antara Kubu Raya United dan Gabsis Sambas di Stadion PSP Pontianak, pada Minggu (12/7/2026), dipastikan akan berlanjut ke meja Panitia Disiplin (Pansid) PSSI Kalbar.

Kericuhan yang melibatkan pemain, ofisial, hingga oknum suporter itu menjadi perhatian serius PSSI Kalbar.

Seluruh rangkaian kejadian akan dievaluasi untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin beserta sanksi yang akan dijatuhkan.

1. Insiden kericuhan ini bakal dibawa ke sidang disiplin

Kericuhan sepak bola di Pontianak kembali ricuh di luar. (IDN Times/istimewa).

Wakil Sekretaris Umum PSSI Kalbar, Robby Najini, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan laporan terkait insiden tersebut dan akan membawanya ke sidang Panitia Disiplin.

“Peristiwa pada laga final ini akan kami bawa ke sidang Panitia Disiplin untuk ditindaklanjuti,” ujar Robby, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, sidang disiplin akan mengkaji seluruh fakta yang terjadi selama pertandingan, termasuk dugaan pelanggaran yang dilakukan pemain, ofisial maupun pihak lain yang terlibat dalam kericuhan.

2. Kronologi awal kericuhan

Kompetisi sepak bola di Kalbar ricuh. (IDN Times/istimewa).

Insiden bermula pada babak kedua saat Kubu Raya United unggul 2-0 atas Gabsis Sambas. Pelanggaran keras terhadap salah seorang pemain Kubu Raya United memicu ketegangan yang berujung aksi saling dorong antarpemain di lapangan.

Situasi semakin memanas ketika sejumlah pemain cadangan dari kedua tim masuk ke lapangan. Di saat bersamaan, beberapa oknum suporter menerobos pembatas tribun dan masuk ke area pertandingan sehingga laga harus dihentikan sementara.

Petugas keamanan bersama panitia pelaksana kemudian mengendalikan situasi dan memisahkan kedua kubu. Setelah kondisi dinilai aman, pertandingan kembali dilanjutkan sekitar 20 menit kemudian.

Namun, keributan kembali pecah setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Bentrokan diduga dipicu selebrasi kemenangan pemain Kubu Raya United yang memancing reaksi sejumlah pemain cadangan Gabsis Sambas.

3. Kericuhan kembali terjadi di luar stadion

Suasana kericuhan sepak bola di Pontianak. (IDN Times/istimewa).

Aparat keamanan kembali turun tangan untuk meredam pertikaian hingga kondisi di dalam stadion berhasil dikendalikan.

Ketegangan ternyata tidak berhenti di area pertandingan. Di luar Stadion PSP, keributan kembali terjadi meski panitia telah menerapkan sistem ke luar bergilir bagi kedua tim dan para pendukungnya.

Sejumlah pendukung Kubu Raya United disebut mengerumuni kendaraan yang membawa rombongan pemain Gabsis Sambas. Adu mulut pun kembali terjadi dan memicu keributan di depan stadion.

Sementara itu, beberapa orang tua pemain Kubu Raya United mengaku anak-anak mereka sempat menjadi sasaran aksi anarkis saat melintas di dekat rombongan tim Gabsis Sambas. Seluruh rangkaian insiden tersebut kini menjadi bagian dari materi yang akan ditelaah Panitia Disiplin PSSI Kalbar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article