Tim gabungan mengevakuasi 3 orang utan di Kayong Utara. (IDN Times/YIARI).
Tak hanya Mama Penja dan anaknya, satu orang utan jantan dewasa juga dievakuasi dari Desa Padu Banjar pada hari yang sama.
Orang utan bernama Kumbang tersebut sebelumnya pernah dievakuasi dari kawasan yang sama pada 2022 dan telah dilepasliarkan kembali. Namun, kebakaran yang meluas diduga membuatnya kembali masuk ke kebun dan wilayah permukiman warga.
Saat diperiksa, Kumbang ditemukan mengalami gangguan kesehatan. Tim medis mendapati suara abnormal pada paru-paru kanannya. Sebelumnya, warga juga melaporkan Kumbang sempat terdengar batuk ketika berada di tengah kepulan asap.
Tim turut menemukan sejumlah luka dan bekas cedera pada tubuh Kumbang, termasuk benda asing yang diduga merupakan peluru serta bekas jerat.
Ketiga orang utan yang dievakuasi dari dua lokasi tersebut kini menjalani perawatan di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI, Ketapang.
Sementara itu, Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane mengatakan penyelamatan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat.
“Secara keseluruhan, hingga saat ini sudah ada 18 individu orang utan yang kami selamatkan akibat karhutla,” ujar Murlan.
Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang terdampak kebakaran agar dapat segera dievakuasi dan mendapat penanganan medis.