Pontianak, IDN Times - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Pontianak, terutama pada malam hingga pagi hari. Kondisi ini turut berdampak terhadap kesehatan masyarakat, dengan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan mengalami kenaikan sekitar 5 persen.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, berdasarkan pemantauan alat pengukur kualitas udara di Kecamatan Pontianak Tenggara, kualitas udara sempat berada pada kategori tidak sehat pada malam hari.
“Jam 9 sampai jam 11 malam itu kondisinya kurang sehat. Artinya partikelnya lebih dari 200,” kata Edi, Selasa (11/8/2026).
